Berikut adalah beberapa tanda utama bahwa bedak yang kamu gunakan sudah melewati masa aman pemakaian:
1. Aroma Tidak Sedap
Bedak biasanya memiliki aroma ringan, floral, atau netral. Namun saat kadaluarsa, aromanya akan berubah menjadi:
- Tengik
- Asam
- Seperti bau bahan kimia menyengat
Perubahan aroma ini menjadi tanda bahwa formulasi produk telah terdegradasi.
2. Warna Bedak Berubah
Warna bedak seharusnya konsisten dan merata. Tanda kerusakan biasanya ditandai dengan:
- Warna menjadi kusam atau keabu-abuan
- Timbul bercak kekuningan atau kehitaman
- Tidak terlihat segar seperti saat pertama dibeli
Warna yang berubah ini bisa terjadi akibat oksidasi bahan aktif atau kontaminasi dari udara luar.
3. Tekstur Berubah dan Tidak Halus Lagi
Bedak yang masih baik akan terasa halus saat diusap. Saat kadaluarsa:
- Teksturnya menggumpal atau bergerindil
- Bedak padat bisa menjadi keras dan sulit diambil
- Kadang terasa lembap atau agak lengket
Kondisi ini menandakan adanya kelembaban berlebih atau jamur mikro.
4. Reaksi Kulit Setelah Pemakaian
Jika setelah memakai bedak kamu merasa:
- Gatal
- Kulit panas
- Timbul jerawat
- Ruam kemerahan
Maka bisa dipastikan produk tersebut tidak lagi aman. Reaksi tersebut biasanya muncul karena bahan yang sudah rusak memicu iritasi atau peradangan.
5. Adanya Jamur atau Bintik Mencurigakan
Cek permukaan bedak. Apakah muncul:
- Bintik putih seperti bubuk aneh
- Bercak kehijauan atau kehitaman
Itu merupakan tanda pertumbuhan jamur atau bakteri. Produk harus segera dibuang.
6. Masa Pakai Sudah Lewat
Jangan abaikan:
- Tanggal kedaluwarsa yang tercetak di kemasan
- Simbol PAO seperti “6M” atau “12M”
Meski secara kasat mata belum berubah, bedak bisa jadi tidak aman jika sudah melewati batas ini.
7. Sulit Menempel dan Tidak Menyatu di Kulit
Bedak yang kadaluarsa biasanya:
- Tidak bisa menempel sempurna
- Patchy atau menggumpal saat di-blend
- Membuat wajah terlihat kusam
Ini tanda bahwa formula dan kemampuan coverage-nya telah menurun drastis.