1. Spons Basah dan Spons Kering
Spons basah dan spons kering merujuk pada cara penggunaan spons sebelum aplikasi makeup, dan masing-masing memiliki efek berbeda pada hasil akhir makeup kamu.
Spons Basah:
Cara penggunaan: Spons dibasahi terlebih dahulu dengan air bersih, lalu diperas hingga tidak ada air menetes. Spons akan mengembang dan menjadi lebih empuk.
Keunggulan:
- Memberikan hasil blending yang lebih halus dan merata
- Cocok untuk tampilan natural, glowing, dan dewy
- Mengurangi risiko cakey dan penumpukan foundation
- Lebih cocok digunakan untuk foundation cair, BB cream, dan cushion
Kapan digunakan: Makeup sehari-hari, tampilan ringan, dan kulit kering yang butuh kelembapan ekstra
Spons Kering:
Cara penggunaan: Spons langsung digunakan tanpa dibasahi.
Keunggulan:
- Menyerap lebih sedikit air, sehingga menghasilkan coverage lebih tinggi (full coverage)
- Cocok untuk teknik stippling atau pressing agar produk menempel lebih kuat di kulit
- Ideal untuk foundation padat atau cream
Kapan digunakan: Acara formal, foto studio, atau saat kamu ingin hasil makeup yang tahan lama dan flawless
2. Spons Teardrop (Beauty Blender)
Ini adalah bentuk spons yang paling populer dan multifungsi. Bagian ujung yang runcing membantu menjangkau area sulit seperti bawah mata dan sekitar hidung, sedangkan bagian bulat bawah cocok untuk membaurkan foundation di seluruh wajah.
3. Spons Flat Edge
Bentuk datar pada satu sisi sangat efektif untuk teknik contouring dan baking. Spons jenis ini bisa digunakan untuk menekan produk pada bagian tertentu agar lebih menempel dan tahan lama.
4. Spons Silicone
Terbuat dari bahan silikon, spons ini tidak menyerap produk sama sekali, sehingga kamu bisa lebih hemat foundation. Namun, hasil blending biasanya kurang natural dan lebih cocok untuk touch-up atau pengaplikasian cepat.